Yang Mungkin Terjadi di Game Sepak Bola jika ESL Betulan Digelar

European Super League alias ESL bikin panas ranah sepak bola. Jika jadi digelar, ini bakal cukup memengaruhi game-game sepak bola. Kenapa?
European Super League - ESL
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Ranah sepak bola mendadak panas sepekan terakhir. Belum habis ribut-ribut soal Valentino ‘Jebret’ Simanjuntak, kini mencuat kabar soal bakal adanya kompetisi baru bernama European Super League (ESL).

Sebanyak 12 klub yang mengatasnamakan diri sebagai pendiri kompetisi tersebut. Mereka adalah Manchester United, Manchester City, Liverpool, Arsenal, Chelsea, Tottenham, Atletico Madrid, Real Madrid, Barcelona, Inter Milan, AC Milan, dan Juventus.

Sky Sports melaporkan bahwa aspek ekonomi jadi motif utama di balik hadirnya ESL. Dalam laporan tersebut tertulis bahwa kompetisi ini berdiri untuk mengatasi ketidakstabilan ekonomi sepak bola, khususnya Eropa, akibat pandemi global.

‘’Klub-klub pendiri juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas dan intensitas kompetisi Eropa yang ada sepanjang musim, dan menciptakan format untuk klub dan pemain top untuk bersaing secara teratur,’’ demikian tertulis.

Banyak sekali pihak yang tak senang dengan hadirnya ESL. Menurut beberapa pengamat sepak bola Eropa, kompetisi tersebut dianggap berpotensi mencederai nilai-nilai sepak bola karena cenderung berlandaskan motif ekonomi.

Para suporter lantas mendesak klub mereka yang ikut serta. Para pemain dan manajer juga turut buka suara. Di sisi lain, UEFA memberikan ancaman tegas: Klub mana pun yang terlibat ESL akan dikeluarkan keanggotaannya dan tidak bisa mengikuti kompetisi domestik maupun internasional di bawah UEFA.

Baca juga:  Valentino Simanjuntak dan Mengapa Komentator (Game) Sepak Bola Terkadang Menyebalkan

Ketika melakukan pertemuan pada Rabu (21/4/2021) dini hari WIB, tampaknya berbagai desakan itu jadi salah satu bahasan anggota ESL. Lantas, satu per satu memutuskan mundur: Mulai dari City, United, Chelsea, Arsenal, Tottenham, Milan, lalu Inter. Tinggal tersisa Madrid, Barcelona, dan Juventus.

Para petinggi ESL sendiri, yang salah satunya Andrea Agnelli, memutuskan untuk menangguhkan sementara ESL. Namun, belum jelas apakah kompetisi bakal terus berlanjut atau justru dihentikan. 

Yang jelas, jika keputusannya adalah terus melanjutkan ESL, dampaknya sangat mungkin akan merambat pada beberapa hal, salah satunya video game sepak bola. Seperti apa?

Perebutan lisensi antara PES dan FIFA

fifa 2021

Game sepak bola berlomba-lomba menyajikan segala sesuatunya secara realistis. Salah satu langkahnya adalah dengan membeli lisensi penuh liga maupun klub bersangkutan. 

FIFA 21 memiliki lebih dari 700 tim dan 37 kompetisi berlisensi. Mereka bahkan memegang lisensi Liga Champions UEFA. PES 2021, sementara itu, memiliki 19 kompetisi berlisensi serta beberapa klub, termasuk Barcelona, Manchester United, dan Juventus.

Baca juga:  Review Football Manager 2021: Apa Saja yang Baru?

Hadirnya European Super League pasti bakal membuat persaingan kedua game sepak bola paling populer itu semakin panas. Jika betulan resmi digelar, mereka bakal berlomba-lomba memperebutkan lisensi kompetisi tersebut, apalagi para pesertanya bukan klub sembarangan.

Namun, ada kemungkinan PES-lah yang jadi pemenang. Soalnya, game FIFA berafiliasi langsung dengan FIFA, induk sepak bola dunia yang jelas-jelas melarang digelarnya ESL. Jadi, kita tak akan melihat klub-klub ESL di game bikinan EA itu.

Repotnya tim pengembang Football Manager

football manager 2021

Football Manager adalah game simulasi manajer sepak bola paling populer di dunia. Orang-orang menyukainya karena sangat realistis. Kamu mesti mengatur keuangan, mendatangkan dan menjual pemain, hingga merancang taktik sebagaimana manajer tim betulan.

Pada tiap edisi terbarunya, selalu tersemat pembaruan database pemain dan kompetisi. FM selama ini memang dikenal sebagai game simulasi sepak bola dengan database lengkap yang bahkan sering digunakan tim-tim profesional untuk scouting bakat-bakat anyar.

Baca juga:  Kalau Politisi Main Game, Cocoknya Game Apa? (Part 1)

Nah, dengan adanya ESL, tim pengembang bakal kerepotan. Pertama, mereka mesti menyusun kompetisi baru. Kedua, mereka harus menghapus klub-klub ESL dari liga masing-masing sekaligus mengakali agar pemain dari klub ESL tak bisa dipanggil Timnas negara mereka dalam game tersebut.

Gampang kalau mau bikin turnamen barang teman

Ketika main PES atau FIFA bareng teman atau siapapun, kita biasanya bakal membuat turnamen. Bentuknya, kalau tidak cup, ya liga. Biasanya akan muncul perdebatan terlebih dahulu sebelum keputusan diambil. Nah, dengan ESL, tampaknya keputusan bakal lebih diperoleh.

“Ya udah main ESL aja daripada ribet, kan?” kira-kira demikian.

Namun, harap bersabar ya kalau kamu kebagian tim-tim Eueropean Super League yang supernya kebangetan seperti Arsenal dan Tottenham Hotspur. Hehehe…

***

Nikmati pengalaman gaming yang lebih seru dengan top up Steam Wallet termurah se-Indonesia di itemku!

Untuk pengiriman press release, iklan, dan kerja sama lainnya dapat mengirim email ke anggasp@fivejack.com.