Wawancara: Bagaimana VSGaming Cuan Ratusan Juta Lewat Jualan Akun dan Top-up

Berikut wawancara kami dengan VSGaming, salah satu seller terbesar di itemku yang biasa menjual berbagai macam akun dan item game.
vsgaming
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Bertahun-tahun lalu sulit rasanya membayangkan hidup, apalagi kaya dari video game. Tapi hari ini, awal 2021, Patricius Onggara Christian tengah menikmati pendapatan sekitar Rp1 miliar hasil jerih payah sepanjang tahun kemarin. Semuanya dari video game.

Patrick memang penggila game. Game favoritnya Mobile Legends. Namun, rentetan cuan yang ia peroleh bukan hasil bermain game, melainkan dari jualan item-item game. Lewat tokonya yang bernama VSGaming, Patrick menjajakan produk-produk miliknya via marketplace itemku.

Apa yang Patrick lakukan termasuk bagian dari real money trading (RMT). Secara sederhana mungkin dapat kita terjemahkan sebagai aktivitas jual beli item game dengan uang betulan. RMT juga mencakup transaksi jual beli mata uang yang berlaku di dalam game. Dan seterusnya, dan seterusnya.

EXP mewawancarai sosok asal Sampit, Kalimantan Tengah, ini untuk membahas lebih jauh bagaimana ia membangun VSGaming hingga mampu meraih keuntungan luar biasa seperti sekarang. Berikut petikan wawancaranya.

Bisa ceritakan awal mula kamu buka VSGaming?

Kami tiga bersaudara. Yang pertama saya Patrick, kedua Steven, dan yang paling kecil Vincent. Tahun 2018, adik saya yang paling kecil iseng-iseng jualan akun PB (Point Blank) di itemku. Kemudian saya tanya, emang jualan akun PB di itemku rame, ya? Terus dia jawab lumayan, tiap hari ada aja yang beli. Akhirnya saya yang enggak tau apa-apa soal itemku, coba cek sendiri. Apa aja yang dijual, apa aja yang ada di sana. 

Baca juga:  Daftar Juara MPL ID: Ada yang Serakah Juara Tiga Kali!

Setelah cek ke sana-sini, saya nemu jualan akun Mobile Legends. Kebetulan waktu itu saya lagi gila-gilanya main Mobile Legends. Saya lihat-lihat lagi, lho kok ada yang jual akun smurf dan BP-nya (Battle Points) bisa banyak. Dari situ saya mulai penasaran, akhirnya saya coba-coba bikin.

Sebelumnya saya mesti tegasin dulu, sih, kalau VSGaming ini lahirnya dari nol juga. Modal pun ga punya sejujurnya. Awalnya akun Mobile Legends yang tadi kami jual cuma yang 10 ribuan. Tapi lumayan laku. Sehari bisa 40–50 akun. Setelah ribuan akun terjual, terkumpullah uang sekian puluh juta. 

Semuanya dari penjualan Mobile Legends? Dalam jangka berapa kalau boleh tahu?

Kami mulai jualan itu bulan Mei 2018. Nah, Desember-nya udah terkumpul sekitar 40 atau 50-an juta. Berarti sekitar tujuh bulan. Dari situ kami mulai coba serius ke game PB lagi, yang sebelumnya memang pernah dicoba adik saya. Waktu itu modalnya 50 juta dan kami langsung all in-lah istilahnya.

Wah, kalau enggak salah waktu tuh PB juga masih rame…

Rame banget. Sehari abis, sehari abis. Sampai beberapa waktu setelahnya, VSGaming bisa ngumpulin uang lumayan banyak. Dari situ kami coba lirik top-up. Nah, yang pertama Mobile Legends. Yang paling bikin saya penasaran, kok penjual-penjual di itemku bisa jual di bawah harga tempat lain.

point blank

Saya tanya penjual-penjual lain pada main rahasia semua. Tapi enggak tahu mungkin Tuhan yang udah rencanain atau gimana, ada satu penjual yang mau cerita. 

Langsung all in juga?

Enggak. Mainnya dikit-dikit aja waktu itu. 10 juta, 20 juta.

Berarti akun masih jalan terus?

Akun tetep jalan. Bahkan sampai hari ini kayak akun Mobile Legends masih kita jual. Kalau hari ini, sih, kami fokus di tiga game utama yang memang rame. Ada PUBG, Mobile Legends, sama Free Fire. Tapi kami juga jual game yang gak terlalu populer kayak Dragon Raja, Valorant, League of Legends. Fokus kami memang game, khususnya top-up.

Saya tebak, yang paling rame pasti Free Fire?

(Tertawa) bener, Mas. Waktu itu Free Fire memang kenceng sih. Sehari dapat 5 juta-6 juta itu udah biasa.

Kalo sekarang gimana?

Dapat 1 juta aja udah syukur (tertawa). Yang lumayan membantu sekarang sih PUBG sama Mobile Legends. Kalo FF, daripada saya tutup, kan kasian langganan-langganan yang biasa beli di VSGaming. Jadi, ya udah gapapa walaupun cuan-cuan tipis, yang penting mereka tetap bisa di VSGaming.

Baca juga:  LoL Wild Rift Menggoyang Singgasana Mobile Legends? Bisa Saja!

Agak melebar sedikit nih. Harusnya di awal tadi saya tanyain, sih, tapi kelewat, hehe. Nama VSGaming itu asalnya gimana? Versus atau apa?

Jadi yang bikin VSGaming itu adik saya yang paling kecil, Vincent. Pas bikin dia lagi pacaran sama seseorang yang namanya Santika. VS itu asalnya dari huruf pertama nama mereka berdua: Vincent-Santika. Tahun 2019, Santika meninggal. Kira-kira dua minggu sebelum VSGaming berumur satu tahun. Vincent di situ bilang ke pacarnya bahwa sampai kapanpun, dia bakal jaga toko ini baik-baik, bakal terusin toko ini. Bahwa VSGaming bisa ada sampai sekarang, berarti Vincent udah berusaha nepatin janjinya.

Kalo saya sendiri, istilahnya cuma bantu-bantu di sini. Saya bahkan masih ngurus bisnis offline saya waktu itu. Saya kan punya toko offline juga, ruko, kolam renang, biliar, saya ngurusin yang di sini. Waktu dia buka toko itu, mau enggak mau saya ikut terjun karena memang dia enggak ada orang buat bantu di situ. Kira-kira sejak VSGaming jualan akun Mobile Legends, saya udah ikut megang.

Berarti tiga saudara megang VSGaming semua nih sekarang? Pembagian kerjanya gimana?

Vincent sebenernya enggak terlalu aktif. Sekarang dia khusus pegang jual-beli akun aja, khususnya Mobile Legends. Misalnya dia lagi main Facebook, terus ada yang jual akun, langsung dia amanin, kemudian dijual lagi di itemku dengan harga yang lebih tinggi sesuai kondisi akunnya. Vincent juga punya bisnis offline, punya toko gitu. Jadi kalo mau banyak terlibat di VSGaming agak susah. Internet aja kurang bagus di tempat dia.

Kalo Steven lebih banyak ngurus hal teknis. Istilahnya kami bertiga ini kayak saling melengkapi gitu, masing-masing punya tugas berbeda. Jadi meskipun Vincent yang bikin, kami tetep berusaha untuk numbuhin rasa memiliki. Di keluarga kami yang seperti itu memang ditanamin sejak kecil. Seandainya ada yang jatuh, akhirnya bisa saling bantu. Ini berlaku di VSGaming sama bisnis offline yang masing-masing kami pegang.

Jujur aja kadang-kadang ngerasa capek, sih, karena kami kan emang bukan 24 jam. Apalagi dulu, pas belum ada karyawan.

Kalo sekarang?

Sekarang ada sekitar 9 orang. Masing-masingnya kami kasih tugas buat pegang satu game. Misalnya yang ini pegang Mobile Legends, yang itu pegang Free Fire, ada lagi yang PUBG. Cuman kalo ada event khusus gitu, misalnya Free Fire ngadain event, bakal rame banget tuh, akhirnya yang sepi bakal ditugasin buat bantu jaga Free Fire. Gotong royong aja.

Baca juga:  Apa Itu Atrasis Free Fire?

Jangan-jangan karyawannya keluarga juga? Hehehe..

Kalo karyawan enggak. Kita emang sempet buka rekrutmen khusus. Yang pertama ada dua orang. Kemudian yang dua orang ini kami tanya lagi, ada enggak kira-kira yang mau kerja, tapi harus jujur dan mau kerja keras.

Omong-omong, karena kebetulan kalian bertiga punya bisnis offline, dibandingin sama apa yang didapat dari VSGaming, lebih gede mana?

Kalo menurut saya, offline dengan online itu harus seimbang. Cuma khusus tahun kemarin, karena COVID-19 datang, bisnis offline saya memang bener-bener down karena orang-orang pada di rumah kan. Jadi enggak ada yang mau berenang, enggak ada yang mau main biliar. VSGaming beda. Makanya saya bersyukur banget ada itu karena meski cuma di rumah, orang-orang tetep main game, tetep top-up.

Sebelum COVID, mungkin bisnis offline masih lebih menghasilkan. Cuma kalau dilihat sekarang, lebih besar VSGaming. Tapi bisnis offline tadi tetap saya pantau, ada yang jagain juga di sana.

Dengan kondisi seperti itu, gimana kamu memandang prospek bisnis jualan item dan akun di masa depan? Khususnya di Indonesia, deh…

Menurut saya bagus, sih. Menjanjikan malah. Mungkin karena istilahnya bisa menjual item dengan harga yang lebih murah ketimbang yang ada di in-game. Kalo suatu saat di in-game-nya juga ikutan murah, saya enggak tahu juga bakal gimana nanti. Tapi kalau untuk saat ini, masih menjanjikan banget sih bisnis jualan akun sama top-up. Makanya saya pun enggak mau kalau VSGaming sampai tutup. 

Bahkan meski pajak 10 persen untuk item digital jadi diterapin?

Kalau menurut saya, asalkan semua platform sama (maksudnya juga berlaku pajak tersebut), enggak akan ada pengaruh. Kalo ternyata yang kena pajak cuma di marketplace kayak itemku misalnya, sedangkan di in-game enggak, itu baru jadi masalah.

Oke.. terakhir, gimana penghasilan dari VSGaming tahun kemarin?

Aduh, sejujurnya saya enggak pernah hitung terlalu rinci. Tapi seinget saya Rp1 miliar itu sampe, udah nyentuh segitu sepanjang 2020. Kurang lebih.

***
Raih Keuntungan dengan mulai berjualan top up voucher game sekarang juga di itemku. Selain itu, gabung juga menjadi reseller dengan beli top up dan voucher game harga diskon yang lebih murah hanya di Toko Resmi itemku.