Seperti di Drakor Start-Up, Akuisisi Bakat Juga Terjadi di Dunia Game

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Akuisisi bakat juga jamak terjadi di dunia game, tetapi tak ada adegan ngambek-ngambek sebagaimana yang terjadi di Drakor Start-Up.

Seo Dal-mi dan koleganya di Samsan Tech baru saja memenangi demo day yang dihelat Sandbox (Silicon Valley-nya Korea Selatan dalam Drakor Start-Up). Alex, perwakilan perusahaan 2STO, tertarik dengan teknologi milik Samsan Tech dan berniat mengakuisisi.

Dal-mi sepakat. Sebagai timbal balik, 2STO membayar uang dalam jumlah cukup besar serta akan membawa para pendiri Samsan Tech untuk berkantor di Silicon Valley, markas mereka. Tak ada masalah sampai kemudian terkuak bahwa akuisisi yang 2STO lakukan adalah akuisisi bakat.

Akuisisi itu mengharuskan tim enginering Samsan Tech bekerja langsung di bawah 2STO. Sementara, perusahaan yang mereka dirikan sebelumnya terpaksa ditutup. Teknologi yang tadinya mereka kembangkan juga berhenti begitu saja.

Samsan Tech menolak. Namun, perjanjian sudah keburu diteken. Mereka tak paham bahwa akuisisi yang terjadi adalah akuisisi bakat, bukan produk atau perusahaan. Maka tak ada jalan lain kecuali bisa membayar penalti yang tak sedikit. Mau tak mau mereka setuju. Samsan Tech pun bubar.

Baca juga:  5 Studio Game Lokal yang Mencuri Perhatian Belakangan Ini

Akusisi bakat di dunia game

Hari ini Yahoo! tak lebih dari sekadar kerikil bagi perusahaan-perusahaan sejenis. Namun, di masa jayanya Yahoo! adalah raksasa. Sebagaimana perusahaan raksasa, banyak sekali proses akuisisi yang mereka lakukan. Akuisisi bakat bukan pengecualian.

Kurun 2012–13 jadi masa paling produktif bagi Yahoo!. Dalam 13 bulan tercatat 20 perusahaan yang mereka akuisisi. Sebagian besar berupa akuisisi bakat, termasuk ketika mereka mengakuisisi studio game mobile bernama Loki Studios pada pertengahan 2013.

“Hari ini kami menyambut Loki Studios ke tim mobile Yahoo. Pengalaman mereka dalam komunitas dan layanan mobile berbasis lokasi sangat membuat kami terkesan. Kami sangat senang memiliki mereka di sini,” ujar juru bicara Yahoo, dilansir Bizjournals.

Berdiri pada 2010, Loki Studios memfokuskan diri sebagai studio yang mengembangkan game mobile. Secara spesifik mereka menggarap game-game yang menyematkan unsur lokasi di dalamnya. Salah satu game terbaik mereka adalah Geomon.

Baca juga:  Bagaimana Eric Barone Sukses Menggarap Stardew Valley Seorang Diri

Konsepnya mirip Pokemon Go yang kini populer. Kamu dapat mengumpulkan Pokemon dari berbagai lokasi di dunia nyata. Misalnya, jika kamu bermain di sekitar pantai, yang kamu temui adalah Pokemon tipe air. Atau jika kamu bermain di daerah salju, kamu akan bertemu Pokemon tipe salju. Dan sebagainya dan sebagainya.

Teaser Geomon.

Dengan bergabung Yahoo!, game itu akan berada di bawah Yahoo! sepenuhnya. Loki Studios pun harus mereka tutup. Sebanyak tujuh anggota tim yang salah satunya CEO Ivan Lee juga mesti bekerja sebagai pegawai perusahaan yang bediri pada 1994 itu.

Tapi tak ada adegan ngambek-ngambek sebagaimana yang ditunjukkan tim Samsan Tech (iya, maksud kami Nam Do-san) di drakor Start-Up. Sebab, sejak awal Loki Studios menerima akuisisi dengan sepenuhnya sadar dan tak melibatkan emosi. Mereka justru senang atas akuisisi itu.

Baca juga:  Parakacuk dan Misi Besar Gamecom Team

“Perjalanan kami berlanjut. Kami senang bisa bergabung dengan orang-orang luar biasa di Yahoo!. Tentu saja kami akan sepenuhnya percaya pada komitmen mereka dalam menciptakan aplikasi mobile yang bagus,” tulis Lee.

“Kami juga sangat senang belajar, bekerja, dan berkontribusi pada salah satu pelopor industri teknologi terdepan,” sambungnya.

Omong-omong, kamu tim Nam Do-san atau Han Ji-piyeong?