sejarah the international
in

Sejarah The International yang Bermula dari Alat Marketing

Sejarah The International – The International kini memasuki musim ke-10. Itu berarti turnamen ini sudah melewati sejarah yang begitu panjang. Dalam perjalanannya menjadi turnamen esports terbesar di dunia seperti saat ini, banyak hal yang sudah The International lalui.

Sejarah The International

Sejarah The International atau TI bermula pada 2011. Kendati statusnya adalah turnamen esports khusus Dota 2, game tersebut ternyata masih dalam tahap pengembangan. Bahkan, para pemain masih memainkan Dota 2 dengan embel-embel beta kala itu.

Namun, justru di sanalah strateginya. Valve Corporation selaku pemilik nama Dota 2 berencana menjadikan TI sebagai alat marketing. Idenya adalah agar Dota 2 lebih populer dan punya banyak pemain jika diperkenalkan dengan cara yang spektakuler lewat turnamen.

Rencana itu berhasil. Dalam waktu yang terbilang singkat, nama Dota 2 melejit. Banyak sekali orang yang penasaran dan ingin segera menjajal game tersebut. Ketika statusnya bukan lagi beta, Dota 2 benar-benar jadi hits kala itu. Bersamaan dengan ini, turnamen esports Dota 2 mulai menjamur.

Baca juga:  Daftar Nama Hero Dota 2 dan Sebutannya

Lantas, bagaimana dengan The International?

Merujuk sejarah, Valve baru kembali menggelar The International pada 2012. Namun, baru pada edisi ketiga atau pada 2013 turnamen ini mencuri perhatian sepenuhnya. Selain karena Dota 2 yang sudah tersedia di Steam, Valve melakukan aksi patungan untuk menambah jumlah hadiah turnamen.

Upaya itu berujung pada terkumpulnya hadiah hingga 2,8 juta dolar Amerika Serikat, jauh melampaui angka sebelumnya yang cuma 1,6 juta. Angka tersebut cukup untuk membuat orang-orang menganga. Pasalnya, skena esports belum berkembang pesat seperti sekarang.

Kesuksesan itulah yang memicu Valve untuk terus menggunakan manuver serupa pada edisi-edisi The International berikutnya. Alhasil, penyelenggaraan The International per tahunnya selalu mengalami peningkatan jumlah hadiah yang signifikan.

Baca juga:  Saat Tim Olahraga Profesional Ramai-ramai Menjajal Esport
The International

TI10 yang berlangsung sejak 7 Oktober 2021 ini bahkan menjadi ajang esports dengan hadiah terbesar di dunia. Turnamen itu menyertakan prize pool sebesar 40 juta dolar atau sekitar Rp581,8 miliar. Ada 12 tim esports yang akan bertanding memperebutkan hadiah mencengangkan tersebut.

Terlepas dari jumlah hadiahnya, The International selalu menjadi turnamen esports yang ditunggu-tunggu setiap tahun. Tak hanya bagi pemain Dota 2, tetapi juga pemain game lain. Terlebih, turnamen ini digelar dengan publikasi dan penyelenggaraan yang super spektakuler.

Satu-satunya tahun di mana The International tak diselenggarakan adalah pada 2020 karena adanya pandemi COVID-19.

Total Hadiah The International dari masa ke masa

Sejarah mencatat bahwa jumlah hadiah The International selalu mengalami peningkatan pada tiap tahunnya. Inilah daftar lengkap hadiah The International dari masa ke masa:

  • 2011: 1,6 juta dolar Amerika Serikat
  • 2012: 1,6 juta
  • 2013: 2,874 juta
  • 2014: 10,931 juta
  • 2015: 18,429 juta
  • 2016: 20,770 juta
  • 2017: 24,687 juta
  • 2018: 25,532 juta
  • 2019: 34,330 juta
  • 2020: Ditiadakan karena pandemi
  • 2021: 40,018 juta
Baca juga:  Bagaimana Cara Download Dota 2?

Sejarah juara The International

Sejak pertama kali muncul, sudah ada tujuh tim berbeda yang memenangi The International. OG Esports jadi pengoleksi gelar terbanyak dengan catatan dua kali meraih juara. Berikut ini daftar juara The International selengkapnya:

  • 2011: Natus Vincere
  • 2012: Invictus Gaming
  • 2013: Alliance
  • 2014: Newbee
  • 2015: Evil Geniuses
  • 2016: Wings Gaming
  • 2017: Team Liquid
  • 2018: OG
  • 2019: OG
  • 2020: Ditiadakan karena pandemi
  • 2021: Team Secret

Melihat kisah dan daftar di atas, itu berarti sejarah The International sudah terbilang panjang untuk ukuran turnamen esports. Malah, tak berlebihan menyebut turnamen ini sebagai pemicu lahirnya turnamen-turnamen esports dengan hadiah besar lainnya.

Tinggalkan Balasan