Knockout-City-Review

Review Knockout City: 3 Hal yang Bisa Kita Pelajari

Bosan dengan game olahraga dan multiplayer yang itu-itu saja? Knockout City bisa menjadi alternatif.
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Electronic Arts (EA) terkenal berkat beberapa game olahraga yang mereka kembangkan. Mereka sampai punya divisi EA Sports. Namun, kebanyakan game olahraga yang berasal dari mereka merupakan game-game olahraga mainstream seperti sepak bola dan basket.

Belum lama ini, EA kembali merilis game olahraga, tetapi sangat berbeda dengan game-game sebelumnya. Dikembangkan oleh Velan Studios, game ini coba membawa olahraga dodgeball ke dalam layar. Namanya Knockout City, berikut review dari kami.

Cara asyik mempopulerkan olahraga yang kurang populer

Dilihat dari sisi mana pun, dodgeball bukanlah olahraga yang populer, terlebih lagi di Indonesia. Namanya saja terdengar amat tak familier. Namun, kamu sangat mungkin langsung mengerti dan menyukai Knockout City, sebuah game dodgeball, saat pertama kali menjajalnya.

Kenapa? Sebab game ini mengenalkan dodgeball dengan cara yang mengasyikkan.

Pada dasarnya dodgeball punya aturan seperti ini: Satu pertandingan akan terdiri dari dua tim yang masing-masing berisikan 6 hingga 10 pemain. Setiap tim tersebut punya lapangan masing-masing. Nah, mereka tak boleh lapangan sendiri sembari terus berusaha melemparkan bola ke arah lawan.

Knockout City menyajikannya dengan cara berbeda. Terdiri dari lima map, para pemain (brawler) bisa berlari ke sana-sini untuk melempar bola. Tiap brawler yang mengenai lawan bakal mendapatkan poin, sedangkan yang terkena lemparan bakal memiliki batas 2 nyawa sebelum terjatuh.

Baca juga:  7 Game Offline PC Ringan yang Bisa Kamu Mainkan Tahun 2021

Bola yang digunakan juga punya efek berbeda-beda. Ingin bola yang bisa memberi efek terbang tinggi? Kamu bisa menggunakan moon ball. Mau bola yang memberi akurasi bak seorang sniper? Sniper ball jawabannya. Kemudian ada cage ball, multi ball, serta bomb ball yang juga punya efek masing-masing.

Jika kehabisan bola, kamu bisa memanfaatkan rekan satu tim. Soalnya, tiap pemain bisa menggulung diri hingga berbentuk bola. ‘Bola’ ini bahkan bisa menjadi senjata tak terduga karena berpotensi meledakkan diri jika di-charge dengan kekuatan penuh.

Kehadiran bola-bola yang punya karakteristik berbeda tersebut membuat gameplay game ini terasa sangat dinamis. Terlebih, ada sejumlah variasi lemparan yang bisa kamu lakukan dengan berbagai kombinasi tombol, misalnya fake shot, lob shot, curve shot, dan sebagainya.

Game olahraga tak harus realistis

Banyak studio dan publisher game yang mengedepankan unsur realistis saat mengembangkan game olahraga. EA bahkan punya beberapa game olahraga realistis yang sangat terkenal. Beberapa di antaranya adalah FIFA, Madden NFL, UFC, serta NBA Live.

Pada titik tertentu, unsur realistis tersebut seolah menjadi standar. Saya pun menyukai game olahraga yang realistis. Namun, Knockout City membuktikan bahwa game yang tak realistis pun bisa sangat mengasyikkan. Malah, kita bisa merasakan pengalaman gaming berbeda di sini.

Baca juga:  Rekomendasi Game Pekan Ini: Death and Taxes

Peraturan yang diusung serta berbagai trik dan jenis bola kala bermain sudah menunjukkan hal tersebut. Selain itu, ini juga bisa kamu lihat dari visualnya yang lebih mirip kartun. Meski begitu, game ini tetap menarik berkat latar dan karakter yang berwarna-warni serta efek lemparan di sana-sini.

Pada akhirnya kamu tak butuh komputer dengan spesifikasi yang berlebihan untuk bisa memainkannya secara lancar. Itulah kenapa game ini juga hadir tanpa mengalami penyesuaian berarti di Nintendo Switch. Malah, bisa saja EA merilis Knockout City versi mobile (ini sih saya yang ngarep).

Alternatif di tengah menjamurnya game multiplayer yang homogen

Game-game online multiplayer PvP (Player vs Player) cenderung homogen. Biasanya, kalau tidak perang-perangan, berarti MOBA. Nah, hadirnya Knockout City yang juga termasuk game online multiplayer PvP bakal memberi kamu alternatif berbeda dan jauh lebih menarik.

Baca juga:  Fantasy Football, Apa Serunya?

Namun, perlu diingat bahwa umur game jenis ini sangat bergantung pada konten yang disajikan developer secara berkala, misalnya skin terbaru, efek terbaru, dan berbagai kosmetik lainnya. Inilah yang bisa memancing pemain baru untuk datang atau pemain lama untuk terus memainkannya.

Jika dalam waktu-waktu ke depan Velan Studios tak agresif menyajikan konten terbaru, game ini sangat rawan ditinggal hingga akhirnya mati begitu saja.

Itulah review Knockout City dari kami. Jika tertarik, kamu bisa memainkannya di platform Windows, Nintendo Switch, PlayStation 4, Xbox One, PlayStation 5, serta Xbox Series X/S. Oh iya, game ini mengusung fitur cross play. Jadi, tak usah khawatir meski teman-temanmu memainkannya di platform yang berbeda.

***

Beli voucher PSN Card ya di itemku! Udah hemat, gampang, cepat pula. Langsung cus aja!

Untuk press release, iklan, dan kerja sama lainnya dapat mengirim email ke anggasp@fivejack.com.