Rekomendasi Game Pekan Ini: Freedom Fighters

Game lawas, sih, tapi kayaknya cocok dimainin di momen Hari Pahlawan. Itung-itung nostalgia.
Freedom Fighters
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Freedom Fighters, begitu judulnya. Pertama-tama kami harus bilang bahwa game ini lawas banget: game ini rilis pada 2003 lalu. Pengembangnya adalah IO Interactive, yang menyediakan game ini di PS2, Xbox, dan PC.

Meski begitu, kami mesti kasih penegasan bahwa ia termasuk salah satu game yang populer di zamannya. Kamu yang tiap hari main ke rental PS2 kayaknya bakal nemuin dua atau tiga orang yang lagi main Freedom Fighters. Atau malah kamu sendiri yang tiap ke rental selalu main itu?

Sekitar 2003, game tembak-tembakan banyak mengusung mode first-person shooter. Freedom Fighters, sementara itu, hadir dengan wajah berbeda. Game ini menyajikan tembak-tembakan dengan pendekatan third-person shooterIni salah satu hal yang bikin ia memiliki banyak penggemar.

Baca juga:  Cara Menjadi Gamer Meskipun Sudah Tua dan Sibuk

Kisahnya sendiri adalah tentang sebuah dunia alternatif yang menyebut bahwa Kota New York tengah dijajah oleh Uni Soviet. Di sana kamu akan berperan sebagai tukang ledeng bernama Chris Stone dengan misi mengusir penjajah tersebut.

Freedom Fighters

Cerita bermula saat Chris dan Troy, rekannya yang juga tukang ledeng, memperbaiki wastafel apartemen Isabella Angelina. Saat memasuki apartemen itu, tiba-tiba pasukan Uni Soviet datang. Pertempuran pun dimulai dan kelak, Chris-lah yang memimpin perlawanan.

Nostalgia yang tak murahan

Tak terlalu sulit untuk membawa Chris dan rekan-rekannya menuju kemenangan. Game ini juga sebetulnya game perang generik, kendati membawa mode berbeda. Seperti itulah penilaian mantan editor Eurogamer, Tom Bramwell, saat mengulas Freedom Fighters pada 2006. 

Baca juga:  Membahas Bahasa dan Video Game tanpa Bicara Soal Belajar Bahasa melalui Game

Namun, ia mengatakan bahwa game ini memiliki daya tarik khusus yang membuat orang-orang terus memainkannya. Itulah kenapa Bramwell bersedia memberi nilai 7/10.

“Game ini dibangun dengan ide yang sebetulnya kami harapkan dapat berkembang lebih jauh. Tapi karena kehadiran AI yang jenius, desain level yang menyenangkan, juga premis sederhana serta humor gelap di dalamnya, game ini berhasil,” tulisnya.

Selama belasan tahun game ini tak tersedia dalam versi digital. Alhasil, akses untuk memainkannya cukup sulit. Hingga kemudian pada September 2020 IO tiba-tiba mengabarkan bahwa Freedom Fighters tersedia di beberapa platform, termasuk Steam.

Namun, jangan berekspektasi lebih. Game itu tak membawa perubahan apapun karena pada dasarnya adalah Freedom Fighters versi lawas, tetapi kali ini bisa kamu download secara resmi lewat beberapa layanan. Tak apalah, seenggaknya jadi bahan nostalgia.