RRQ Lemon, Ide-ide Gila, dan Aceh

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Meski tak meraih juara, RRQ Lemon membuktikan alasan ia layak dijuluki alien di M2 World Championship. Sosok asal Aceh ini tampil impresif.

Saat berlaga di panggung M2 World Championship 2021 melawan EVOS SG, Selasa (19/1/2020) lalu, RRQ Lemon lagi-lagi menunjukkan alasan kenapa ia pantas dijuluki seorang ‘Alien’.

Pada pertandingan tersebut pro player tumpuan RRQ Hoshi ini tampil tak biasa. Tak ada hero Kagura maupun Gusion yang kerap jadi andalannya. Sosok bernama asli Muhammad Ikhsan ini justru turun dengan Belerick.

Di jagat Mobile Legends, Belerick bukanlah hero populer. Popularitasnya jauh di bawah hero-hero sejenis macam Khufra hingga Atlas. Namun, bukan Lemon namanya jika tak bisa memberikan kejutan. 

Belerick, yang sebetulnya tergolong tank, Lemon mainkan sebagai offlaner. Ini keputusan nyeleneh tetapi amat masuk akal sebab Belerick punya beberapa kemampuan yang membuatnya layak berada di role itu.

Ia punya movement speed yang tinggi. Ia juga memiliki pukulan yang bisa menghasilkan magic damage sekaligus meregenerasi HP. Semua kemampuan itu, pada akhirnya, Lemon gunakan dengan sangat baik.

Ada satu momen yang paling pas untuk membuktikan hal tersebut. 

Di tengah serbuan empat hero lawan pada suatu momen, Lemon dengan Belerick-nya mampu meloloskan diri. Ia bahkan berhasil menaklukkan dua hero lawan sekaligus sebelum rekan-rekannya datang membantu.

Aksi itu mewarnai kemenangan 2–1 RRQ Hoshi atas tuan rumah EVOS Sg. Itu juga menunjukkan betapa pentingnya Lemon buat RRQ, sebagaimana yang sudah terlihat sejak turnamen-turnamen lain.

Baca juga:  Catatan Akhir FFML Season III: Sembilan Tim Bawa Pulang Hadiah

Terbukti, saat ia tak turun melawan BREN Esports, RRQ yang menurunkan XINNN, Wizzking, Psychoo, R7, dan Vynnn mesti menelan kekalahan. Asa melaju ke babak final M2 pun kandas begitu saja.

Si pendiam dengan ide-ide gila

Bukan cuma sekali RRQ Lemon memamerkan ide gilanya. Pada MPL Indonesia Season 5 tahun lalu, Lemon pernah bikin gempar saat secara mengejutkan menggunakan hero Faramis.

Di ajang MPL Invitational lain lagi. Waktu itu, ia jadi sosok utama di balik keputusan Rivaldi R7 berani menggunakan Balmond. Hasilnya mengesankan sebab R7 mampu meraih winrate hingga 100 persen.

“Pemilihan Balmond yang pertama saat melawan EVOS itu pilihan Lemon, sedangkan pemilihan Balmond yang kedua (melawan Resurgence) itu pilihan saya,” ujar R7, seperti dilansir Spin.

Semua ide nyeleneh itu keluar dalam diri Lemon yang notabene tak banyak omong. Pelatih RRQ Hoshi asal Singapura, James Chen, punya cara terbaik untuk menggambarkan sosok kelahiran 1998 ini.

“Dia sangat pintar, pendiam, dan menyenangkan secara bersamaan. Satu lagi yang penting, dia selalu punya ide gila,” tutur James.

Baca juga:  Jadwal MPL Season 7 Minggu Ketujuh: RRQ Hoshi dan Alter Ego Siap Saling Sikut
RRQ Lemon, esports

Dalam buku biografinya yang berjudul Alien of Rex Regum Qeon (2020), Lemon juga bercerita tentang sifat pendiamnya itu. Dia bilang bahwa sejak kecil, kegiatanya lebih banyak dihabiskan dengan bermain game di kamar.

Lemon menggambarkan kegiatan tersebut sebagai usaha menciptakan dunia sendiri. Dengan game ia bisa lepas. Ia tak perlu memikirkan segala perkara menyebalkan dalam hidup. Lewat game pula ia bisa bersenang-senang.

Semua kesenangan itu sayangnya tak bisa ia jalani dengan tenang. Penyebabnya, pertama, rumahnya yang terlatak di Aceh sering kedatangan tamu dan Lemon hampir selalu diminta untuk menyalami tiap tamu tersebut.

“Kalau sudah ditegur Ibu, baru deh aku salamin tamunya,” kenang Lemon.

Kedua, sekolah. Lemon bukannya tak suka. Ia paham betul bahwa salah satu sumber ilmu adalah sekolah. Yang ia tak suka, berada di sekolah membuatnya seperti terkekang dalam sebuah aturan tak tertulis.

“Kalau mau sukses, ya harus sekolah. Rasanya aku seperti terjebak di aturan tak tertulis itu,” ungkapnya.

RRQ Hoshi, Indonesia Gaming Award,

Apa yang kini Lemon raih ujungnya memang tak ada sangkut paut dengan pendidikan resmi. Saat menerima pinangan RRQ beberapa tahun lalu, dia bahkan mesti mengorbankan bangku kuliah.

Keputusan itu ibarat anomali di keluarganya. Sejak kecil, kedua orang tua Lemon yang bekerja di bidang kesehatan selalu menjejali dia dan sang kakak dengan segala nasehat tentang sekolah. 

Baca juga:  Saran untuk Valentino Rossi Seandainya Pensiun: Jadi Pro Player Esports

Namun, Lemon mampu meyakinkan mereka bahwa ia bisa meraih sesuatu lewat game, lewat esports tepatnya. Hari ini kita melihat bahwa hal tersebut bukan omong kosong belaka.

RRQ Lemon dan Aceh

Aceh bikin geger pada pertengahan 2019. Gara-garanya, Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa haram untuk PUBG Mobile dan game sejenisnya. Mobile Legends termasuk di sana.

Mobile Legends

Selain dua game itu, ada pulaFree Fire, Lords Mobile: Battle of Empire, Clash of Kings, Rise of Kingdoms, Lineage 2 Revolution, Ragnarok M: Eternal Love, Crisis Action, Modern Combat 5: Blackout, Call of Duty: Heroes, Blitz Brigade, Point Blank Mobile,danFinalShot.

MPU Aceh beranggapan bahwa game-game tersebut dapat menyebabkan kemudharatan karena mengganggu kesehatan, memiliki unsur kekerasan, dan dapat menciptakan perilaku tidak baik untuk anak-anak.

“Permainan PUBG dan sejenisnya ini juga menghina simbol-simbol Islam. Sebab itu, permainan PUBG dan sejenisnya haram dimainkan,” ucap Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali.

Sederet alasan itu beriringan dengan sejumlah kasus terkait game yang terjadi di Aceh belakangan ini. Ada kasus tentang bocah yang mencuri uang sebesar Rp70 juta karena kecanduan game hingga perceraian akibat Higgs Domino.

Namun, perlu kita ingat bahwa sosok berprestasi seperti RRQ Lemon berasal dari Aceh. Jika game betul-betul dilarang, potensi munculnya bakat-bakat Aceh serupa di masa depan akan mengecil atau bahkan tak ada sama sekali.