Pengorbanan dan Kontroversi Microboy

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Tiap kali mengenang masa lalu, Nizar Lugatio Pratama alias ‘Microboy’ bakal mengingat banyak sekali pengorbanan. Saat ini, dia bergabung dengan EVOS Esports.

Tiap kali mengenang masa lalu, Nizar Lugatio Pratama alias ‘Microboy’ bakal mengingat banyak sekali pengorbanan. Semua itu pernah dia lakukan untuk menjadi seperti apa dia hari ini: Pro player esports PUBG Mobile.

Microboy masih tercatat sebagai mahasiswa teknik kesehatan di Semarang saat kali pertama menjajal esports. Waktu itu, awal 2019, Bigetron menawarinya bergabung setelah Microboy menembus 10 besar pemain terbaik PUBG.

Keraguan sempat muncul di benaknya. Namun, di lain sisi dia amat tertarik dengan tawaran tersebut. Baginya, inilah kesempatan untuk membuktikan diri dengan meraih sesuatu lewat video game, tepatnya esports.

Itulah kenapa Nizar menerima tawaran itu. Dia bahkan berencana cuti terlebih dahulu dari bangku kuliah. Pada titik inilah masalah terjadi. Ibunya sempat melarang dan meminta Nizar untuk menimbang kembali keputusan tersebut.

Namun, mau bagaimana lagi. Tekad Nizar sudah bulat. Enggan menghalangi keinginan sang anak, pada akhirnya sang ibu memberi restu. Maka, hari itu dimulailah perjalanan Nizar sebagai pro player esports. Dunia kini mengenalnya sebagai Microboy.

Yang bikin Microboy berani mengambil jalan ini adalah keyakinan bahwa dia punya potensi. Bahwa dia berhasil menempati 10 besar pemain terbaik Esports jadi salah satu bukti. Di luar itu, dia juga yakin bisa lebih berkembang di masa depan.

Baca juga:  5 Turnamen Esports Indonesia dengan Hadiah Terbesar

“Makanya saya yakin, saya optimis, dan saya ambil risiko untuk terjun ke esports ini,” ujar sosok yang kini berusia 21 tahun itu, dilansir BBC.

Mula-mula Microboy cuma bergabung dengan tim kedua Bigetron, yakni Bigetron ION. Tapi pada pertengahan 2019, dia naik kelas ke Bigetron Red Aliens untuk menggantikan Robby ‘Natic’ yang memilih mundur karena alasan personal.

Jelas ini bukan pekerjaan gampang. Natic adalah pemain kesayangan fans. Statusnya sebagai kapten kian bikin sosoknya penting. Konon, dia jugalah yang membantu trio Zuxxy, Luxxy, dan Ryzen yang lebih muda untuk berkembang seperti sekarang.

Bandingkan dengan Microboy yang cuma pendatang baru. Para fans bahkan cenderung ragu sosoknya bisa memberi sumbangsih penting buat tim sebagaimana yang kerap ditunjukkan Natic. 

Namun, Microboy berhasil menunjukkan hal sebaliknya, bahwa anggapan orang-orang adalah salah belaka. Bersama Zuxxy, Luxxy, dan Ryzen, mereka berhasil membentuk tim menakutkan dan mampu mencatatkan sederet prestasi membanggakan.

Baca juga:  Game di China: Segala Hal yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Salah satu yang paling prestisius adalah pada Desember 2019. Waktu itu, Microboy berperan penting membawa Bigetron RA menyabet gelar pada kejuaraan dunia bertajuk PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Hadiah uang sebesar 180.000 dolar US atau setara dengan Rp2,5 miliar berhasil mereka gondol. Namun bukan itu saja. Gelar itu jadi cara Microboy membungkam para kritikus sekaligus menunjukkan bahwa pengorbanannya untuk cuti dari kuliah bukan suatu kesalahan.

Sempat nyatakan pensiun, malah pindah ke EVOS

Sudah sejak beberapa bulan lalu Microboy membeberkan rencananya untuk pensiun. Akhir Januari lalu, rencana itu akhirnya dia umumkan secara resmi. Gelaran PMGC 2020 jadi ajang terakhir yang dia ikuti. Waktu itu, Microboy membawa Bigetron RA berada di top 5.

Microboy beralasan bahwa performanya sudah tak sebaik dahulu. Menurut Microboy, dia tampil buruk di beberapa ajang terakhir yang diikuti seperti PMPL ID Season 2, PMPL SEA, hingga PMGC. Pada akhirnya dia berpikir, sudah saatnya untuk berhenti.

Baca juga:  Esports Indonesia Menanti Komitmen Pemerintah
Microboy

Namun, tak sampai 24 jam setelah kabar tersebut, Microboy malah datang dengan kabar berbeda. Alih-alih pensiun, dia malah diumumkan sebagai pemain baru EVOS Esports dan akan bergabung per musim depan. Sontak ini menimbulkan tanya.

Meski demikian, Microboy mengaku bahwa sebetulnya sudah sejak jauh hari memberi tahu rencana untuk hengkang kepada beberapa rekan setimnya di Bigetron RA. Dia juga membantah anggapan bahwa adanya perselisihan internal di tim.

Bagaimanapun, ini berarti kita masih akan terus menyaksikan kiprah Microboy di layar PUBG. Sementara buat EVOS, bergabungnya sosok tersebut bakal semakin memperkuat tim mereka. Kebetulan, EVOS juga tengah dalam proyek re-branding.

“Penambahan daftar pemain Microboy ke dalam EVOS Esports PUBG Mobile sangat tepat karena kami ingin memperkuat tim untuk 2021 dan bersamaan dengan re-branding tim menjadi EVOS REBORN,” ujar Chief Business Officer EVOS Esports, Hartman Haris, dalam rilis yang EXP terima.

“Kami benar-benar mengakui bahwa Microboy memiliki bakat dan keahlian yang telah membawanya sukses dengan berbagai gelar di kejuaraan dunia. Kami senang melihatnya akan segera mengenakan jersey EVOS dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.