Fakta soal Own Games, Developer Indonesia yang Bermula dari Sebuah Lomba

Kita bisa langsung menyebut Own Games sebagai developer Indonesia hanya dengan melihat judul-judul game mereka.
own games
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Tahu apa, sih, kita tentang masa depan? Pada 2011, Eldwin Viriya tak pernah berencana memiliki studio developer game sendiri, lebih-lebih bersama adiknya yang kala itu masih SMA. Namun, bermula dari kata sederhana bernama ‘iseng’, tiba-tiba ia punya Own Games.

Panjang sekali perjalanan yang sudah Eldwin lalui. Pada 2014, studionya di ambang keterpurukan. Namun, yang ditakutkan tak pernah terjadi. Own Games malah makin berkembang dan kini jadi salah satu developer lokal terbaik lewat 21 judul game di platform Android.

Berawal dari Lomba

Eldwin Viriya adalah dosen pemrograman junior di Universitas Parahyangan (Unpar), Bandung, pada akhir 2011. Ia punya hobi merancang game dan kebetulan, di tahun yang sama, Nokia mengadakan kontes Mobile Game Developer War 2 untuk platform J2ME.

Baca juga:  Apakah Video Game Termasuk Karya Seni?

Eldwin iseng mengikuti ajang itu dan mengajak adiknya, Jefvin Viriya, yan masih kelas 3 SMA. Sementara ia mengurus aset grafis, Jefvin memegang kendali coding. Kombinasi itu berhasil mengantarkan mereka menjadi pemenang dan langsung memutuskan untuk menjadi developer game.

Dari Indonesia, untuk Indonesia

Kita bisa langsung menyebut Own Games sebagai developer asal Indonesia hanya dengan melihat deretan game mereka. Ada Pocong Buster King, Nasi Goreng, Tahu Bulat, Pocong Buster King, dan beberapa game lain. Yup, unsur-unsur Indonesia-nya amat kentara.

own games

Pada tiap perayaan Hari Kemerdekaan, Own Games juga biasa merilis konten-konten khusus. Misal, mereka punya Komik 17-an. Yang paling mencolok adalah pada 2015 ketika mereka memutar video animasi yang menunjukkan baju hingga lagu adat 34 provinsi di Indonesia.

Baca juga:  Satu Lagi dari Indonesia: Mojiken Studio

Tenar Berkat ‘Tahu Bulat’

Saat Tahu Bulat begitu populer di Indonesia, Own Games menciptakan game dengan tema serupa dan tentu saja mendadak viral. Kisahnya tak beda dengan Flappy Bird yang dimainkan jutaan orang dan dibahas di berbagai medium.

Menariknya, game Tahu Bulat berawal dari keisengan sebagai bagian dari program rutin dua mingguan. Ternyata, respons publik amat bagus, apalagi game-nya sendiri bukan game sembarangan. Own Games lantas menggarapnnya dengan serius dan kini sudah merilis dua game Tahu Bulat.

Sempat Terpuruk

Own Games sempat cukup lama menjadi partner Nokia. Sayangnya, pada 2014, Nokia dibeli Microsoft sehingga terjadi banyak sekali perubahan. Di titik ini Own Games mengalami masa-masa sulit lantaran mesti memulai semuanya dari nol lagi.

Baca juga:  Apakah Video Game Termasuk Karya Seni?

Meski begitu, Eldwin dan adiknya tak lantas menyerah. Keputusan yang pada akhirnya tak akan mereka sesali sebab Own Games bisa bertahan hingga sekarang. Kini, Own Games rutin merilis game-game untuk platform Android, termasuk Tahu Bulat yang membawa nama mereka kian terangkat.