Karena Budaya Tiap Negara Berbeda, IGRS Lahir

IGRS berdiri sebagai lembaga rating game di Indonesia. Mau game lokal ataupun game luar negeri, semuanya mesti sistem klasifikasi usia IGRS.
igrs
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Bukan rahasia lagi bahwa tak semua game cocok untuk semua umur. Itulah kenapa dunia mengenal lembaga rating seperti Entertainment Software Rating Board (ESBR). Fungsinya untuk memberi rating atau mengklasifikasikan batas usia produk-produk hiburan, termasuk game.

ESBR lahir di Amerika Serikat. Hingga kini, ia jadi salah satu andalan untuk mengukur rating di seluruh dunia. Namun, karena budaya tiap negara berbeda, terkadang rating game ESBR tak cocok dengan Indonesia. Atas dasar itu, pemerintah mendirikan Indonesia Gaming Rating System (IGRS).

IGRS lahir melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik. Klasifikasi usia yang mereka tetapkan terdiri dari lima tingkatan berbeda: 3 tahun, 7 tahun, 13 tahun, 18 tahun, dan Semua Umur.

Baca juga:  6 Game dengan Ukuran Besar yang Astaghfirullah

IGRS mengungkapkan bahwa batas klasifikasi usia tersebut sudah mengacu pada model klasifikasi lembaga rating luar negeri ternama seperti ESRB, CERO, dan PEGI. Namun, ya itu tadi, ada sejumlah hal yang sengaja disesuaikan dengan kondisi dan budaya Indonesia.

Terlepas dari itu, pada dasarnya IGRS berguna untuk membuat masyarakat, terutama orang tua, lebih sadar dan mengerti bagaimana memilah konten digital yang tepat untuk anak mereka. Apalagi sekitar 2015 sempat muncul beberapa kasus terkait anak yang memainkan game di bawah batasan umur.

igrs
Foto: IGRS

IGRS lantas berdiri sebagai acuan sah untuk menentukan klasifikasi rating game di Indonesia. Pengajuan klasifikasinya sendiri bakal melewati dua metode penilaian. Yang pertama penilaian pribadi (self assessment). Adapun, metode berikutnya berupa sistem online.

Mereka mengungkapkan bahwa tak ada pengecualian untuk game-game yang akan beredar di Tanah Air. Mau ia termasuk game lokal ataupun game luar negeri, entah game yang tak begitu terkenal ataupun game AAA, semuanya mesti mengikuti sistem tersebut. 

Baca juga:  5 Game Rilis Maret yang Paling Diantisipasi Kedatangannya

Walau begitu, bukan berarti IGRS bertugas memblokir game. Keberadaan mereka murni sebatas memberi klasifikasi usia untuk tiap game yang beredar. 

Tercatat sudah 845 game yang terklasifikasi. Ada game-game lokal seperti DreadOut (18+) dan EURGAVA — Fight for Haaria (13+), hingga game-game luar negeri macam Mobile Legends (18+), The Last of Us (18+), serta Spider-Man: Miles Morales (18+) yang belum lama rilis.

Khusus game luar negeri, jumlah yang sudah terklasifikasi belum terlalu banyak. IGRS mengungkapkan bahwa baru beberapa game saja yang sudah diproses. Mau bagaimana lagi, pada dasarnya mereka memang tergolong lembaga rating yang belum lama berdiri. 

Kamu bisa melihat direktori game IGRS selengkapnya di link berikut ini: Direktori klasifikasi usia game IGRS.