in

Kenapa Studio Ternama Jarang Merilis Game pada Januari?

Dalam dunia film, Januari adalah dump month.

Waktu bikin artikel tentang game terbaik yang akan rilis Januari 2021, kami agak bingung karena opsinya dikit banget. Dari lima game yang kami sebut, paling cuma Hitman 3 sama King Arthur: Knight’s Tale yang kayaknya betulan populer. Sisanya, maaf-maaf nih, b aja.

Kami jadi penasaran apakah Januari bukan bulan terbaik untuk merilis game?

Faktanya, studio-studio kenamaan memang jarang sekali merilis game terbaru pada Januari. Naughty Dog, misalnya, merilis seri andalan mereka, The Last of Us, pada Juni. Adapula Rockstar yang mengeluarkan Red Dead Redemption pada Oktober.

Enggak ada jawaban pasti atas kondisi itu. Tapi kalau kita telaah lebih jauh, ini ada kaitannya dengan apa yang terjadi sejak musim panas hingga pengujung tahun.

Waktu-waktu tersebut adalah bulan super padat bagi industri game. Selain banyak game AAA yang rilis, konsol dan hardware gaming kenamaan juga kerap hadir pada masa yang sama.

Baca juga:  5 Studio Game Lokal yang Mencuri Perhatian Belakangan Ini
the last of us part 2

Merilis game baru pada Januari akhirnya bak upaya bunuh diri. Kenapa? Sebab orang-orang sudah lebih dulu menghabiskan banyak uang pada bulan-bulan sebelumnya. 

Di sisi lain, sejumlah studio game juga sudah mengeluarkan banyak uang pada masa padat tersebut. Ada biaya perilisan, biaya untuk membayar pekerja yang terjebak crunch, dan sederet pengeluaran lainnya.

Satu hal lain yang biasa studio game lakukan selama periode sibuk: Promosi besar-besaran. Upaya tersebut tak cuma berkaitan dengan waktu rilis. Ini juga mereka lakukan karena pengujung tahun adalah masanya ajang penghargaan. Mulai dari The Game Awards hingga Steam Awards.

Dengan segala kondisi itu, merilis game pada Januari bukanlah sebuah opsi.

Baca juga:  Industri Game Indonesia Berutang kepada para Pemuda

Januari sebagai dump month

Dalam ranah film, Januari dikenal sebagai salah satu dump month. Di bulan itu sejumlah studio merilis film-film yang diyakini tidak akan meraih kesuksesan kritis ataupun komersil. Biaya produksi tiap film cenderung minim, promosinya pun biasa aja.

Ibaratnya Januari jadi masa cooldown setelah masa sibuk selama musim panas hingga akhir tahun, yang memang jadi waktu terbaik untuk merilis film. 

Kebijakan seperti itu mereka lakukan sebab pada Januari (juga Februari), salju di sebagian negara sedang tebal-tebalnya. Kecil kemungkinan orang-orang bakal rela keluar rumah dan menghabiskan uang cuma untuk menonton film di bioskop.

Khusus di Amerika, yang memang jadi rumahnya Hollywood, beberapa ajang olahraga populer sedang berada pada masa puncak. NFL sudah memasuki post season. Sementara itu, NBA dan NHL berada di tengah musim reguler. 

Baca juga:  Bagaimana Eric Barone Sukses Menggarap Stardew Valley Seorang Diri

Jika mesti memilih salah satu dari film atau pertandingan olahraga, sebagian besar orang Amerika akan memilih yang kedua. Jangan heran bila selain gagal secara kritis, angka pemasukan film yang rilis pada Januari juga terbilang minim.

Jelas ada beberapa pengecualian. Misalnya 1917 dan American Sniper, dua film bertema Perang Dunia yang sukses secara komersial sekaligus bisa berbicara banyak di sejumlah panggung penghargaan. Namun, yang demikian cuma segelintir.

Industri game juga seperti itu. Beberapa game yang rilis pada Januari memang mampu mendulang kesuksesan, tapi sebagian besar berujung mengecewakan. Warcraft III: Reforged contohnya.

So, Januari bukan hanya sepi karena studio terkenal enggan merilis game. Bulan ini juga terasa menyebalkan sebab game-game yang hadir kerap kali berujung mengecewakan.

Tinggalkan Balasan