Karier Epik Tim Sweeney, si ‘Gila’ Pendiri Epic

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Baru-baru ini pendiri Epic, Tim Sweeney, dinobatkan sebagai orang terkaya North Carolina. Kami membahas karier sosok yang terkenal gila ini.

Ungkapan ‘orang kaya mah bebas’ tergambar pas dalam diri Tim Sweeney. Sementara para pengusaha lain bakal berusaha mati-matian meraup keuntungan, ia malah seperti tak acuh setelah Epic Games Store yang dia dirikan mengalami kerugian.

Platform distribusi game digital tersebut dilaporkan mengalami kerugian hingga jutaan dolar atau mencapai lebih dari setriliun rupiah. Tak ada rincian pasti penyebab kerugian itu. Namun, bila kita lihat bagaimana cara Epic beroperasi, ini sama sekali tak mengejutkan.

Sejak berdiri pada 2018, Epic rutin membagikan game-game gratis kepada para pelanggan. Akhir tahun lalu mereka punya program ’15 Days of free Games’. Jauh sebelumnya mereka juga punya program yang memungkinkan pengguna mengklaim 1–2 game gratis pada tiap pekannya.

Sweeney mengatakan bahwa sejak awal mereka memang menerapkan pendekatan berbeda sekaligus berani. Membagikan game-game gratis jadi salah satu metodenya. Menurut dia, ini langkah yang mesti dilakukan sebagai upaya menggoyang dominasi Steam di ranah distribusi game digital.

Upaya itu tampak berhasil mengingat Epic berhasil merebut hingga 15 persen pangsa pasar industri game PC pada awal 2020. Namun, kerugian yang baru-baru ini terkuak menunjukkan bahwa dari segi bisnis, apa yang Sweeney lakukan lewat Epic masih jauh dari kata ideal.

Baca juga:  Mengapa Epic Games Store Rutin Menyediakan Game Gratis?
Epic Games

Tim Sweeney lantas merespons semua sorotan yang kini mengarah kepada Epic dengan jawaban yang menohok. Kerugian yang kini ia alami, katanya, justru akan mendatangkan kesuksesan bagi Epic di masa depan. Inilah yang namanya investasi, begitu katanya.

Bagi orang-orang, yang Sweeney lakukan lebih tampak seperti ucapan ‘ masa bodoh. Toh, kekayaannya tetap mengalir lewat lini lain, salah satunya Fortnite yang juga di bawah Epic. Bahkan, baru-baru ini dia mendapat kucuran dana dari Sony serta dinobatkan sebagai orang terkaya di North Carolina.

Semua kegilaan Sweeney sendiri sudah terlihat sejak dulu sekali. Sejak bocah ia tergila-gila pada komputer. Ketika usianya baru menginjak 30 tahun, ia sudah memiliki Lamborghini dan Ferrari. Ia juga membeli puluhan ribu hektar hutan untuk melindungi rumahnya dari kepadatan kota.

Dengan kondisi demikian, menariknya, Sweeney masih sibuk meladeni berbagai debat kusir di media sosial. Akun Reddit-nya terbilang aktif. Sweeney juga kerap meladeni hal-hal dari yang kurang penting hingga sangat penting yang kerap datang dari netizen lewat Twitter.

Baca juga:  Epic Games Lebih Bagus Daripada Steam, Titik

Kegilaannya semakin lengkap tatkala ia ‘memerangi’ perusahaan teknologi raksasa, Apple, pada tahun lalu. Kisah ini bermula dari upaya Sweeney untuk meluncurkan sistem token digital dengan diskon hingga 10–20% sebagai sistem pembayaran in-game di Fortnite.

Penerapan tersebut mereka lakukan lantaran enggan membayar pajak sebesar 30% yang biasanya Appe ambil pada tiap transaksi di dalam game. Jelas saja Apple geram. Sebagai tindak lanjut, mereka mengancam akan menghapus Fortnite dari App Store.

Apple bahkan berencana menutup total semua hal terkait Epic di sistem mereka, termasuk penggunaan Unreal Engine yang banyak dipakai oleh developer game pihak ketiga. Menurut Apple, yang mereka lakukan tidak melanggar kebijakan sama sekali. 

Genderang perang antara Epic dan Apple pun berbunyi.

Sweeney memang getol menolak sistem pajak yang ada di beberapa perusahaan smartphone. Tak cuma Apple, mereka juga melakukan hal serupa di layanan Google Play Store karena menilai bahwa kebijakan tersebut kerap merugikan banyak developer.

Pada akhirnya Fortnite tak lagi tersedia di dua layanan tersebut karena tindakan mereka. Namun, Epic tampaknya peduli. Mereka malah semakin aktif, salah satunya dengan meluncurkan kampanye khusus yang mendorong para pemain untuk turut memerangi Apple. 

Baca juga:  Mengapa Epic Games Store Rutin Menyediakan Game Gratis?

“Mereka tidak memiliki hak untuk mendikte bagaimana cara kami menjalankan bisnis,” kata Sweeney lewat Twitter.

Dalam banyak wawancara, Sweeney mengatakan bahwa hidupnya mulai berubah. Ia tak pernah lagi mengembangkan program. Ia bahkan mengaku tak terlibat dalam membuat Fortnite. Namun, satu yang tak akan berubah: Sampai kapan pun, Tim Sweeney bakal tetap dengan ‘kegilaannya’.

Kita hanya mesti menunggu apakah semua kegilaan itu bakal membuat Epic yang dia pimpin bertahan lama atau terhenti dan menjadi sebatas cerita. Bahwa di masa lalu, ada platform distribusi game yang rutin membagikan game-game diskon, bahkan gratis.

***

Nikmati pengalaman gaming yang lebih seru dengan top up V-Bucks Card Fortnite termurah se-Indonesia di itemku!

Untuk press release, iklan, dan kerja sama lainnya dapat mengirim email ke anggasp@fivejack.com.