Bagaimana PlayStation Merevolusi Video Game

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Saat pertama kali menyentuh PlayStation, orang-orang sudah yakin dunia akan berubah.

Dua puluh enam tahun bukan waktu yang sebentar.

Dua puluh enam tahun adalah waktu yang Thomas Mueller butuhkan sebelum akhirnya menjuarai Piala Dunia untuk kali pertama. Dua puluh enam tahun bisa digunakan Nobuyuki Fukumoto untuk menyelesaikan seri Mahjong ‘Akagi’. Dan dua puluh tahun sanggup membuat PlayStation (PS) merevolusi hampir semua aspek video game.

Segalanya bermula pada akhir 1994. Beberapa tahun setelah batalnya proyek kolaborasi ambisius bersama Nintendo, Sony merilis PlayStation edisi pertama. Hanya dalam waktu yang super singkat konsol ini berhasil menyaingi Nintendo sekaligus menyingkirkan Sega dari industri konsol.

Akan banyak sekali yang terjadi setelah itu: Rekor penjualan, rekor pendapatan, hingga konsol-konsol yang berhasil PlayStation kalahkan. Namun, bukan itu saja yang membuat namanya spesial. Sebagai konsol, PlayStation mampu berperan penting dalam merevolusi video game.

Mempopulerkan game 3D

Crash Bandicoot

Semua kagum dengan Crash Bandicoot, Final Fantasy 7, dan Resident Evil. Yang ketiga game itu sajikan adalah teknologi 3D, hal yang tak pernah ada di video game sebelumnya. Grafis yang terlihat amat memukau pada masanya. Pergerakan karakter dan objek dalam game juga tampak nyata.

Baca juga:  Kumpulan Cheat God Hand PS2 Terlengkap

Tentu, para pengembang game tersebut punya peran penting. Namun, semuanya tak bakal terjadi jika PlayStation tak menyelipkan perangkat yang memungkinkan teknologi itu hadir. Untuk hal ini, Ken Kutaragi (Bapak Play Station) patut diapresiasi sebab dialah yang pertama kali mengupayakannya.

Segera setelah PlayStation populer, penggunaan grafik 3D menjadi standar baru di video game. Ketika ini terjadi, wajah video game sudah berubah sepenuhnya.

Memasifkan penggunaan keping CD/DVD

PlayStation merevolusi video game.

Konon, salah satu alasan mengapa Nintendo membatalkan kerja sama mereka adalah karena Sony getol menggunakan CD-ROM untuk menyimpan game di PlayStation. Nintendo, di sisi lain, menginginkan penggunaan cardridge, yang memang sudah mereka gunakan sejak beberapa tahun sebelumnya.

Sony akhirnya berjalan seorang sendiri. Meski butuh waktu lebih lama untuk pengembangan PlayStation edisi pertama, mereka sukses besar. Penggunaan CD justru membuka pintu yang membuat pengembangan video game di konsol jauh lebih maju ketimbang sebelumnya.

Baca juga:  Respons Netizen soal Tingginya Harga PS5 yang Dijual Reseller

Tak seperti cardridge, CD punya kapasitas yang lebih besar. Dengan begini, pengembang video game bisa lebih leluasa dalam mengembangkan game mereka, termasuk menyelipkan teknologi 3D.

Kontroler baru dengan empat tombol bahu

Playstation 5 DualSense

Nintendo boleh mengklaim diri sebagai konsol dengan kontroler paling inovatif. Bukan hal berlebihan karena merekalah yang pertama kali membawa fitur D-Pad serta tombol bahu pada kontroler. Namun, PlayStation menyediakan kontroler yang justru mengubah masa depan.

PlayStation tak hadir dengan kontroler persegi panjang khas Nintendo. Konsol ini membawa kontroler yang lebih pas dan nyaman di tangan. Ada pula tambahan empat tombol bahu (Nintendo hanya dua) L1, L2, R1, dan R3 yang kelak menjadi standar baru kontroler.

Tak sampai di situ. Beberapa tahun setelah PlayStation edisi pertama rilis, Sony mengeluarkan kontroler yang memiliki analog ganda. Kehadiran fitur ini bikin pengembang bisa membuat tampilan kamera dan kontrol yang lebih kompleks pada game mereka.

Baca juga:  Ketika Konsol Berebut Cuan di Industri Game Mobile

Konsol bukan cuma soal video game

Sebelum PlayStation rilis, dunia menganggap bahwa konsol game ya cuma buat main game. Itu saja. Titik. Namun, PlayStation mengubah anggapan itu semua. Konsol dengan format CD-ROM yang mereka bawa memungkinkan kita untuk mengakses hiburan lain seperti musik.

Hadirnya fitur itu menimbulkan pro-kontra. Walau begitu, di masa depan hal demikian justru marak di sejumlah konsol lain. PlayStation sendiri konsisten membawa format tersebut, termasuk beberapa edisi terakhir yang bisa kita gunakan untuk mengakses beberapa aplikasi, bahkan menonton film.

Masih ada beberapa inovasi PlayStation lain yang juga merevolusi video game. Selain empat hal di atas, konsol ini juga yang mempopulerkan penggunaan beberapa teknologi lain seperti hard disk, sistem blu-ray, hingga penyimpanan game di cloud.

Semua itu membuktikan ucapan pengembang Tekken, Masanori Yamada. Saat pertama kali menyentuh PlayStation, katanya suatu kali, dia yakin dunia akan berubah sepenuhnya.

***

Beli voucher PSN, ya di itemku! Udah hemat, gampang, cepat pula. Langsung cus aja!

Untuk press release, iklan, dan kerja sama lainnya dapat mengirim email ke anggasp@fivejack.com.