babol the walking box
in

Babol The Walking Box, Upaya Gamecom Team untuk Keluar dari Kotak

Lima tahun lalu, Gamecom Team belum seperti sekarang. Bukan cuma soal pengalaman dan bagaimana orang-orang memandang mereka saat ini. Ini juga soal strategi mereka. Kali pertama berdiri, rencana Gamecom adalah merambah pasar mobile. Kemudian rilislah Babol The Walking Box.

Belakangan, target itu berubah. Reza Febri Nanda selaku CEO Gamecom mengatakan bahwa kini fokus timnya adalah mengembangkan game-game khusus PC dan konsol. Hadirnya A Day Without Me dan yang terkini, Parakacuk, menjadi tanda perubahan haluan itu.

Tak berhenti di sana. Baru-baru ini, Gamecom juga mengumumkan kehadiran Babol untuk PC dan sejumlah konsol. Karena sempat hadir untuk mobile terlebih dahulu, kabar ini semakin mempertegas rencana baru Gamecom. Saya bahkan tak bisa lagi menemukan Babol di PlayStore.

Baca juga:  Seperti di Drakor Start-Up, Akuisisi Bakat Juga Terjadi di Dunia Game

“Karena kami mengubah target market yang awalnya mulai dari mobile, ke PC dan konsol,” ungkap Nanda melalui WhatsApp.

Babol The Walking Box mengusung genre platformer dengan sistem 3D third-person. Melihat trailer-nya, aroma Crash Bandicoot lumayan terasa. Kamu akan memerankan karakter kotak lucu dengan misi melewati berbagai rintangan khas Crash Bandicoot.

Babol The Walking Box

Bukan hal mengejutkan. Selain memang memicu Nanda untuk bercita-cita menjadi developer game, game tersebut juga menjadi inspirasinya dalam menciptakan Babol.

Lebih jauh, Nanda menuturkan bahwa game itu ia kembangkan pertama kali pada 2014 bersama Heru yang merupakan teman sekelasnya di SMK sekaligus sesama co-founder Gamecom. Keduanya juga sama-sama punya kenangan manis dengan Crash Bandicoot.

“Walaupun Babol adalah game pertama kami, saat itu jujur kami ragu akan merilis game ini apakah berhasil atau tidak,” kenang Nanda.

Baca juga:  Parakacuk dan Misi Besar Gamecom Team

“Waktu itu juga belum ada sama sekali kepikiran akan bagaimana kisah kami berdua atau Gamecom sendiri. Mungkin karena kami masih sekolah juga saat itu. Jadi belum terlalu mikir ke depan lebih jauh.”

“Tetapi berbeda dengan sekarang karena kami sudah ada pengalaman merilis game PC dan konsol. Plus game ini juga sudah pasti akan rilis di PC dan semua konsol baik itu current gen mau pun next gen yang dibantu oleh publisher asal rusia, ChiliDog Interactive.”

Lantas, mana yang menurut Nanda paling menantang? Saat menciptakan Babol The Walking Box atau justru ketika menggarap game-game terbaru mereka macam Parakacuk?

“Sudah jelas Parakacuk. Secara skala gamenya pun sangat jauh. Untuk sekarang, saya hanya berharap semoga Parakacuk tetap bisa kami kejar untuk rilis tahun depan. Apalagi sekarang kami juga lagi rekrutmen untuk membantu pengerjaan game tersebut,” tutup Nanda.

Baca juga:  Industri Game Indonesia Berutang kepada para Pemuda

***

Beli voucher Steam Wallet, ya di itemku! Udah hemat, gampang, cepat pula. Langsung cus aja!

Untuk press release, iklan, dan kerja sama lainnya dapat mengirim email ke anggasp@fivejack.com.

Tinggalkan Balasan

GIPHY App Key not set. Please check settings