PES 2013 masih eksis?
in

5 Alasan PES 2013 Masih Eksis Hingga Hari Ini

Kami tak akan berbohong: PES 2013 ketinggalan sangat jauh bila kamu bandingkan dengan game PES atau FIFA terbaru. Coba kamu mainkan PES 2021. Setelah itu, kembali mainkan PES 2013. Perbedaannya sangat kentara. Meski begitu, PES 2013 masih eksis hingga hari ini.

Apa penyebabnya?

Merakyat

Alasan utama mengapa PES 2013 masih banyak yang mainin hingga sekarang adalah speknya yang terbilang rendah. Dengan komputer dual core 2.0 ghz, RAM 2GB, dan kartu grafis bawaan Intel saja kamu udah bisa memainkan PES 2013 dengan super nyaman.

Spesifikasi seperti itu tak lagi kamu temui di game-game sepak bola zaman sekarang. Seri terbaru PES membutuhkan setidaknya RAM 8GB, prosesor Intel Core i5, kartu grafis Nvidea Geforce GTX 670, dan penyimpanan hingga 40GB untuk bisa memainkannya. Celakalah bagi yang komputernya kentang.

Baca juga:  3 Cara Mendapatkan Poin eFootball PES 2021 Mobile Gratis

Gameplay yang simpel dan menyenangkan

Transisi dari PES 2013 ke PES 2014 sangat buruk. Tidak hanya perkara engine yang mengalami perubahan, tetapi juga karena gameplay yang benar-benar berbeda. Sejak PES 2014 yang memang edisi gagal, gameplay-nya sangat rumit meski idenya adalah menyajikan sepak bola yang realistis.

PES 2013 jauh lebih simpel. Kita bisa dengan gampang menguasai game ini. Terlebih, statistik pemain benar-benar berpengaruh terhadap aksinya di lapangan. Meski begitu, gameplay yang simpel tetap bisa menghadirkan pengalaman game sepak bola yang menyenangkan.

Grafis yang lumayan

Bahkan di masa ketika para developer sudah mampu membuat rumput lapangan bergerak ketika diinjak, PES 2013 tidak terlihat ketinggalan-ketinggalan amat. Betul, ia memang kalah realistis. Namun, menyebutnya punya grafis yang buruk adalah sebuah kesalahan besar.

Baca juga:  Belajar American Football Lewat Retro Bowl

Game lawas ini masih sanggup menampilkan wajah Lionel Messi dengan cukup mirip dan realistis atau mempresentasikan gaya berlari Neymar di lapangan. Malah, semuanya bisa ditingkatkan berlipat-lipat lewat bantuan patch yang tersebar di mana-mana.

Komunitas yang besar

Sebagai orang yang sangat menikmati PES 2013, saya pernah bergabung di beberapa grup komunitas game ini di Facebook. Barangkali ada tiga atau empat grup. Menariknya, sebagian besar grup itu masih aktif dengan bermacam-macam aktivitas.

Komunitas memang jadi salah satu alasan panjang umurnya PES 2013. Sudah banyak yang kadung jatuh hati pada game ini sehingga untuk berpindah ke edisi lain terasa berat. Sebagian karena komputer mereka kurang memadai untuk game terbaru, sebagian lain sekadar karena sudah nyaman.

Punya banyak patch

Masalah yang kerap dihadapi game-game lawas, terutama game sepak bola, adalah database para pemain dan klub di dalamnya. Karena edisi lama, semua konten di dalamnya akan menyesuaikan. Untungnya, PES 2013 punya banyak patch yang membuatnya masih relevan saat ini.

Baca juga:  Spesifikasi eFootball 2022: Tak Ada Tempat Bagi PC Kentang

Di laman komunitas PES-Patch, PES 2013 adalah game sepak bola paling lawas yang masih terus mendapat update. Database pemain selalu diperbarui per musimnya, jersi klub juga selalu disesuaikan, bahkan ada beberapa patch yang bisa menyulap PES 2013 terasa seperti game PES terbaru.

***

Konami sudah lama menghentikan dukungan mereka terhadap game satu ini. Meski begitu, lima hal di atas membuat game ini tetap relevan dan masih eksis hingga hari ini. Game-game sepak bola baru terus berdatangan, tetapi PES 2013 masih terdepan.

***

Beli voucher Steam Wallet, ya di itemku! Udah hemat, gampang, cepat pula. Langsung cus aja!

Untuk press release, iklan, dan kerja sama lainnya dapat mengirim email ke anggasp@fivejack.com.

Tinggalkan Balasan

GIPHY App Key not set. Please check settings