in

6 Hal yang Sering Diucapkan Seorang Gaming Snob

Mudah-mudahan kamu bukan salah satunya.

Gaming Snob – Beberapa dari kita barangkali pernah bertemu dengan seorang gamer yang sangat sulit untuk diajak berdiskusi. Orang-orang seperti itu merasa pengetahuan gamenya sudah mencapai langit sehingga tak boleh dibantah. Gaming snob, itulah sebutan yang pas untuk orang-orang tersebut.

Beli voucher Steam Wallet termurah hanya di itemku. Udah hemat, gampang, cepat pula! Klik di sini untuk mulai belanja. Jangan lupa ikuti akun Instagram dan Twitter EXP untuk konten menarik lainnya.

Kalimat yang sering diucapkan Gaming Snob

Jika kamu masih kesulitan mengidentifikasinya, inilah beberapa kalimat yang sering terlontar dari mulut para gaming snob?

“Game zaman sekarang tuh sampah semua.”

Sebagian dari kita pasti pernah berhadapan dengan seseorang yang ngaku gamer banget dan sering membangga-banggakan game jadul. Well, enggak ada yang salah dengan ini. Tapi enggak sambil ngejelek-jelekin game zaman sekarang juga, apalagi kalau sampai ngatain gamernya.

Baca juga:  Melihat Akinator Bekerja

Semua game punya masanya masing-masing, begitu pula gamernya. Adalah sebuah kesombongan jika kamu menganggap bahwa game pada masa tertentu lebih baik daripada masa lainnya. Lagi pula, semua game punya kelebihan dan keunikan tersendiri, tanpa pandang kapan ia lahir.

“Dih, cupu banget belum pernah mainin game-gamenya Hideo Kojima.”

Banyak gamer yang tahu betapa penting sumbangsih Hideo Kojima bagi industri ini. Sejak masih bekerja di bawah Konami hingga saat membentuk studio game sendiri, karya-karyanya amat melegenda. Mulai dari Metal Gear Solid hingga Death Stranding. 

Meski begitu, bukan berarti kamu bisa dengan gampangnya menyebut gamer lain cupu jika belum pernah main game Hideo Kojima, atau setidaknya mengenal sosok tersebut. Lagi pula, ada berapa banyak game Hideo Kojima yang sudah kamu mainkan?

Baca juga:  5 Game yang Layak Diadaptasi Menjadi Film atau Series

“Mending rakit PC!”

Siapa kamu sampai bisa-bisanya menentukan bahwa rakit PC sendiri lebih baik daripada beli laptop gaming atau konsol? Iya, iya, mungkin kamu sudah khatam sekali dunia per-PC-an. Mungkin juga sudah tak terhitung berapa banyak PC yang pernah kamu rakit.

Tapi enggak sampai harus membesar-besarkan preferensi kamu sekaligus menjelek-jelekkan pilihan orang lain. Semua punya pertimbangan masing-masing yang enggak selamanya kamu ketahui

“Game ini tuh overrated banget deh.”

Bukannya semua game yang dianggap bagus ujung-ujungnya bakal jadi overrated ya? Karena gameplay dan grafisnya sangat menarik, misalnya, bakal banyak yang mainin dan pada titik tertentu dinilai secara berlebihan. Jadi, ungkapan overrated agak kurang relevan.

“Seriusan lo main Free Fire?”

Free Fire disebut-sebut sebagai game burik 8bit karena grafisnya yang enggak terlalu bagus serta enggak memiliki pintu di dalam arena pertarungannya. Pada akhirnya banyak yang menganggap orang-orang yang main Free Fire itu cemen sekaligus bocah.

Meski demikian, sebetulnya Garena selaku publisher Free Fire punya alasan jelas mengapa mereka menyajikan hal seperti itu. Soal ketiadaan pintu, misalnya, mereka lakukan guna mempermudah mekanik di dalam game.

Baca juga:  Sempat Kena Banned, Netizen Malah Berbondong-bondong Download Game Lost Life

Lagi pula keberadaan pintu bukanlah penentu bagus atau tidaknya sebuah game. Selain itu, Free Fire juga tidak bisa lagi disebut sebagai game burik karena mereka sudah memiliki versi Max yang kualitas grafisnya jauh lebih bagus.

“Game di akun Steam/Epic lo ada berapa?”

Seorang gaming snob terkadang bakal bertanya ada berapa banyak game di akun Steam, Epic Games, atau platform gaming lain milik kamu. Beberapa mungkin memang penasaran, tetapi tak sedikit yang bertanya demikian karena ingin menyombongkan jumlah game yang ada di akun mereka.

Besar kemungkinan para gaming snob itu berharap kamu balik bertanya dengan pertanyaan yang sama.

“Di gue cuma Genshin Impact aja karena gratis.”

“Seriusan cuma satu? Gue, sih, dikit ya, cuma 69.”

Itu saja beberapa hal yang kerap diucapkan seorang gaming snob. Mudah-mudahan kamu bukan salah satunya, ya!

Tinggalkan Balasan