film sepak bola terbaik offside
in

6 Film Sepak Bola Terbaik Buat Kamu yang Anak Bola Banget

Bagi saya, ungkapan bahwa sepak bola sudah berubah menjadi tontonan bukan hanya karena siaran pertandingan yang muncul di televisi, melainkan juga karena makin banyak film maupun serial yang mengangkat tema olahraga tersebut. Pada kesempatan ini, saya akan membagikan daftar film sepak bola terbaik yang tak boleh kamu lewatkan.

Beli akun Netflix termurah hanya di itemku. Udah hemat, gampang, cepat pula! Klik di sini untuk mulai belanja. Jangan lupa ikuti akun Instagram dan Twitter EXP untuk konten menarik lainnya.

Film Sepak Bola Terbaik

Inilah beberapa film sepak bola terbaik versi saya:

Goal! The Dream Begins (2005)

Menceritakan seorang pemuda Mexico bernama Santiago Munez yang bercita-cita menjadi pesepakbola terkenal di dunia. Tapi kehidupannya yang berat –ia miskin, seorang imigran, dan hanya anak tukang kebun— mempersulit ia menggapai impiannya itu. 

Suatu hari, seorang pemandu bakat dari Newscastle United, Glen Foy melihat bakat luar biasa yang ia miliki. Glen kemudian langsung menghubungi manajer Newcastle United untuk merekrutnya. Dan di sinilah perjalanan Munez dan sepakbola bermula.

Munez sendiri awalnya susah untuk beradaptasi dengan permainan ala kick and rush Liga Inggris. Namun, seiring berjalannya waktu, ia makin berkembang. Munze berhasil menjadi pemain yang hebat sampai akhirnya direkrut oleh raksasa Spanyol, Real Madrid. Di sana, ia bermain bersama nama-nama tenar semacam Zinedine Zidane, Raul Gonzalez, Ronaldo (Ronaldo asli, bukan yang KW), dan David Beckham.

Baca juga:  5 Game yang Layak Diadaptasi Menjadi Film atau Series

Bend It Like Beckham (2002)

Film sepak bola terbaik berikutnya adalah Bend It Like Beckham. Ini adalah dengan karakter utama perempuan dan unsur komedi yang bagus. Film ini berkisah tentang seorang wanita bernama Jess Brahma, seorang India keturunan Inggris, yang sangat menyukai David Beckham. Saking sukanya, ia sampai memenuhi dinding kamarnya dengan poster Beckham.

Jess memang berbeda dengan perempuan lain. Saat perempuan lain biasa berdandan, Jess malah lebih suka bermain sepakbola. Ia bahkan berharap bisa ikut SSB (sekolah sepakbola) dan kebetulan punya kemampuan sepakbola yang baik. 

Suatu kali, pemandu bakat sepakbola wanita bernama Jules Paxton melihat bakat Jess dan mengajaknya bergabut dalam tim sepakbolanya. Dari sini, konflik mulai mengerubungi Jess secara perlahan. Mulai dari pertentangan dengan keluarga hingga problem percintaan dengan Joe. Buat kalian yang suka dengan isu feminisme, film ini sangat direkomendasikan karena banyak isu-isu terkait di dalamnya.

Ronaldo (2015)

Siapa yang tidak kenal dengan Cristiano Ronaldo, megabintang Real Madrid yang bergelimang harta itu? Film dokumenter ini menceritakan rekam jejak sang pemain, mulai dari saat masih bermain di Sporting Lisbon, hijrah ke Manchester United, dan bermain untuk Real Madrid.

Baca juga:  10 Film Terbaru 2021 Populer yang Tak Boleh Kamu Lewatkan

Selain itu, di film ini, sisi pribadi Ronaldo ketika berada di rumah bersama anaknya, Cristiano Ronaldo Jr., juga banyak dijelaskan. Kita juga akan melihat bahwa Ronaldo adalah sosok yang amat ramah. Saat ia bertemu dengan tetangga atau bertemu teman-teman anaknya di sekolah, ia tak sungkan untuk menyapa atau sekadar tersenyum membalas sapaan orang lain.

Green Street Hooligan (2005)

Berbeda dengan film yang direkomendasikan sebelumnya, GSH bercerita tentang budaya Hooligan, suporter garis keras yang mungkin belum sebanding dengan suporter-suporter di Indonesia. 

Film ini berkisah mengenai seorang remaja bernama Matt Bucker yang keluar dari Harvard University karena kasus obat bius. Saat itu, meskipun mengaku bukan pelaku, Matt harus tetap angkat kaki dari kampusnya. Matt kemudian pindah ke Inggris dan tinggal bersama adiknya, Shannon beserta suami dan anaknya, Steve dan Ben.

Di Inggris, ia bertemu dengan rekan Steve, yaitu Pete. Pete lalu mengajak Matt untuk menonton pertandingan sepakbola. Namun, bukan perasaan senang yang didapat, Matt malah diserang oleh sekelompok suporter.

Siapa sangka, insiden itu malah mengantarkan Matt untuk menjadi seorang hooligan. Ia menjadi sering berkelahi dengan suporter lain yang sampai-sampai membuatnya berkonflik dengan adiknya dan Steve.

Pele: Birth of a Legend (2016)

Brazil bukan hanya soal Ronaldo, Ronaldinho, Kaka, atau Neymar. Jauh sebelum mereka lahir, sosok Pele lebih dulu dipuja bak dewa. Pele: Birth of a Legend adalah film sepak bola terbaik berikutnya yang berkisah tentang seorang pemain bernama lengkap Edison Arantes do Nascimento itu. 

Baca juga:  Tanpa Sweet Home, Takkan Ada Resident Evil

Pele sejak kecil bercita-cita menjadi pesepakbola terkenal. Ia kemudian mencoba berlatih sendiri dan rupanya membuahkan hasil. Ia menjadi salah satu pemain paling hebat di desanya.

Ketika usianya makin matang, jalan menuju pemain sepakbola profesional terbuka bagi Pele. Sayangnya, ia justru dilarang oleh orang tuanya sebab sang ayah pernah mendapat cedera kala bermain sepakbola. Tapi itu bukan halangan. Pele melakukan berbagai cara agar cita-citanya menjadi pesepakbola terkenal bisa terwujud.

Offside (2006)

Sebelum 2019, Iran melarang perempuan memasuki stadion. Landasannya adalah pendapat ulama yang menilai bahwa perempuan harus dilindungi dari suasana tidak nyaman seperti umpatan hingga potensi ricuh yang memang sudah jamak di stadion. Siapapun yang melanggar bakal ditahan.

Offside hadir untuk mengkritik kondisi tersebut. Film ini menceritakan kisah seorang perempuan penggila sepak bola yang nekat menyamar menjadi laki-laki karena ingin menonton langsung laga Timnas Iran melawan Bahrain di Stadion Azadi, Teheran.

Honoroble mentions

Shaolin Soccer, Sunderland ‘Til I Die, The Damned United, Escape to Victory, The English Game.

Itulah rekomendasi film sepak bola terbaik dari saya yang bisa kamu tonton, terutama bagi para pencinta sepak bola.

***

Artikel ini ditulis oleh kontributor EXP, Nur Cholis. Ia dapat dijumpai lewat Instagram @nurcholislis.

Tinggalkan Balasan