Samudra game
in

5 Studio Game Lokal yang Mencuri Perhatian Belakangan Ini

Bukti industri game Indonesia semakin menggeliat.

Industri game Indonesia menuju ke arah yang semakin baik pada tiap harinya. Dari segi kuantitas, jumlah studio game Tanah Air kian membludak. Kami membahas sejumlah studio game lokal yang mencuri perhatian belakangan ini.

Agate

Agate bukanlah nama asing di industri game Indonesia. Berdiri sejak 2009, sudah cukup banyak game yang studio asal Bandung ini hasilkan. Eksistensi mereka kian kentara belakangan ini, terutama pada 2020.

Sepanjang tahun tersebut, Agate mengenalkan dua game yang cukup mencuri perhatian gamer lokal. Yang pertama Code Atma, dan yang kedua Tirta, game yang rencananya rilis pada 2022 dan untuk Switch, PS5, dan PC.

Baca juga:  Seperti di Drakor Start-Up, Akuisisi Bakat Juga Terjadi di Dunia Game

Khayalan Arts

Samudra, karya studio game lokal yang mencuri perhatian tahun lalu.

Tokyo Game Show (TGS) 2020 jadi panggung menyenangkan buat Indonesia. Pasalnya, salah satu studio game Tanah Air, yakni Khayalan Arts, mencuri perhatian lewat pengenalan game bernama Samudra.

Khayalan Arts sudah menggarap game tersebut sejak lama, tetapi baru di event itu publik menyorot mereka. Tak cuma di Indonesia, para gamer dan pengamat luar juga ikut memberi pandangan serius kepada Khayalan Arts.

Xelo Games

Bukti potensi Xelo Games langsung terlihat lewat game pertama yang mereka kenalkan. Namanya Escape From Naraka, game yang rencananya akan hadir untuk PC dan sejumlah konsol.

Lewat Escape From Naraka, Xelo Games coba menawarkan hal berbeda. Bernuansa Bali, game tersebut memungkinkan pemain untuk menghadapi sejumlah monster yang bersifat unkillable.

Anantarupa Studios

Sebelum 2020, belum ada satu pun game MOBA yang berasal dari Asia Tenggara. Itu berarti Lokapala jadi yang pertama. Siapa yang menggarapnya? Anantarupa Studios, pengembang game asal Indonesia.

Baca juga:  Asosiasi Game Indonesia: Karena Membangun Industri Game Adalah Kerja Kolektif

Di dalamnya tersemat berbagai unsur lokal, mulai dari nama hero, item, hingga tempat. Tak cuma itu, game ini juga mengusung grafis yang lumayan oke serta direncanakan menjadi cabang lomba esports di PON mendatang.

Simpleton

Tak salah jika pada 2019 Bekraf (kini Kemenparekraf) menobatkan Malang sebagai Kota Kreatif. Industri kreatif di kota itu memang berkembang pesat, salah satunya berkat kehadiran Simpleton, studio game asal Malang.

Sudah cukup banyak game yang mereka rilis. Mulai dari Galactic Rush hingga Mission Unpossibble. Salah satu game terbaik dan mencuri perhatian dari mereka adalah Paw Paw Paw yang rilis pada tahun lalu.

Kehadiran lima studio game di atas membuktikan bahwa terlepas dari segi kuantitas, industri game lokal juga mampu mencuri perhatian lewat kualitas game-game yang mereka hasilkan. Kalau sudah begini, tinggal menunggu waktu saja sampai akhirnya kita bisa bicara banyak di lingkup internasional.

Baca juga:  Babol The Walking Box, Upaya Gamecom Team untuk Keluar dari Kotak

***

Jual beli top up voucher game dan streaming app termurah di itemku. Nikmati berbagai potongan harga dan diskon spesial yang buat kantong aman!

Tinggalkan Balasan