Enggak Semua Game Punya Microtransaction, 10 Game PC Ini Buktinya

Ketika para developer berlomba-lomba menghadirkan fitur microtransaction, game-game berikut ini justru tak melakukannya.
1200x675 (24)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Kamu hidup di zaman saat banyak developer game coba memberi kemudahan, tetapi sekaligus bikin ribet.

Begini, di masa sekarang, beberapa developer mengizinkan kamu buat mengunduh game mereka secara gratis. Namun, kamu juga seakan dipaksa untuk membeli kebutuhan lain di dalam game mereka.

Pembelian in-game semacam itu dikenal sebagai microtransactionMacam-macam bentuknya. Kamu bisa membeli senjata, kostum, skin, fitur premium, hingga sekadar menghilangkan iklan.

Beberapa developer bahkan coba menghambat progres game. Misal, area gameplay dibikin terbatas. Ada pula jumlah hero yang hanya bisa dimainkan beberapa. Semua itu dilakukan agar kita selalu melakukan pembelian.

Tentu saja sbagian orang tak menyukai skema demikian. Untungnya, beberapa developer masih bersedia membuat game yang jauh dari aktivitas microtransactionGame apa saja?

Deep Rock Galactic

Deep Rock Galactic

Mengusung mode FPS dengan mekanik co-op shooter, Deep Rock Galactic mengajakmu menjelajahi sebuah planet bernama Hoxes IV. Tugasmu adalah menambang metal dan mineral berharga sekaligus menghadapi para alien.

Into the Breach

Salah satu game strategi terbaik yang pernah ada. Konsepnya agak mirip Advanced Wars tetapi lebih susah. Di sini bumi diserang oleh kawanan monster. Dengan teknologi time travel, kamu bertugas menyelamatkan bumi.

Stardew Valley

Ini adalah game simulasi pertanian dan peternakan yang agak mirip Harvest Moon. Kamu akan berperan sebagai petani yang tugasnya mengelola waktu, energi, dan uang untuk merawat ladang sekaligus mengurus ternak.

Baca juga:  5 Game Rilis Maret yang Paling Diantisipasi Kedatangannya

Divinity: Original Sin

Divinity: Orginal Sin

Sekilas, game ini adalah RPG yang generik sebab apa yang mereka bawa tak beda dengan game sejenis lain. Namun, yang menarik di sini adalah cara mereka menyampaikan detail, baik dari cerita maupun karakter.

Half-Life Series

Terdiri dari beberapa judul, Half-Life dianggap sebagai game yang punya peran besar terhadap perkembangan FPS. Di sini kamu akan berperan sebagai Gordon Freeman, seorang ilmuwan yang berusaha selamat dari invasi alien.

Portal Series

Ini adalah spin-off Half-Life sehingga tentu berada di dunia yang sama. Game ini berpusat pada wanita bernama Chell yang dipaksa menjalani serangkaian tes di Aperture Science Enrichment Center oleh komplotan penjahat.

Cyberpunk 2077

Cyberpunk 2077 adalah hasil adaptasi seri Cyberpunk yang pertama kali rilis pada 1988. Mengusung open world, di game ini kita akan berperan sebagai V dan bakal menjelajahi wilayah bernama Night City.

Baca juga:  Game Android Nomor 1 di Indonesia. Apa Saja Ya?

Amid Evil

Kamu yang pernah memainkan Heretic 1994 akan famillier dengan game ini. Pasalnya, ia membawa tema fantasi gelap serta elemen visual yang mirip. Bahkan, game ini disebut-sebut sebagai penerus Heretic 1994.

Northgard

Northgard adalah game yang punya gameplay serupa Age of Empires. Berperan sebagai bangsa Viking, kamu bisa membangun peradaban, melakukan transaksi dengan bangsa lain, hingga berperang.

Microtransaction Simulator

Microtransaction Simulator seperti mengolok-olok fitur microtransaction yang dewasa ini banyak diterapkan. Bergaya clicker klasik, kamu bisa menghabiskan uang dengan membeli sesuatu atau semacamnya, persis seperti microtransaction. Bedanya, tak ada uang sungguhan yang digunakan di sini.